Tokyo Banana & KitKat Rasa Jepang
Dua oleh-oleh paling dicari: Tokyo Banana (kue pisang lembut, ada di bandara & stasiun besar) dan KitKat rasa unik Jepang — matcha Uji, strawberry, sake, sampai wasabi. Beli di Don Quijote biasanya lebih murah daripada di bandara.
Shiroi Koibito & Royce (Khas Hokkaido)
Kalau trip ke Hokkaido, wajib bawa pulang Shiroi Koibito (cookies cokelat putih legendaris) dan cokelat Royce Nama. Royce butuh cool bag — minta ice pack di kasirnya, aman untuk penerbangan ke Indonesia.
Produk Matcha Uji Kyoto
Kyoto adalah surganya matcha. Bawa pulang bubuk matcha asli Uji, cokelat matcha, atau KitKat matcha premium. Untuk keluarga di rumah, snack matcha dari toko di Arashiyama atau stasiun Kyoto selalu jadi favorit.
Belanja Bebas Pajak (Tax-Free)
Belanja minimal ¥5.000 di satu toko bertanda Tax-Free? Tunjukkan paspor di kasir untuk potongan pajak ±10%. Barangnya disegel — jangan dibuka sampai keluar dari Jepang. Don Quijote, drugstore besar, dan department store hampir semua melayani tax-free.
Adaptor Colokan Tipe A (100 Volt)
Colokan Jepang berbeda dengan Indonesia: tipe A (dua pin pipih) dengan tegangan 100V. Bawa universal adapter dari rumah — di Jepang harganya lebih mahal. Charger HP modern umumnya aman di 100V.
Uang Tunai Yen & IC Card
Meski Jepang makin cashless, banyak kuil, ramen shop kecil, dan mesin gachapon hanya terima tunai. Tukar yen secukupnya dari Indonesia. Untuk transport, tim kami bantu siapkan IC card (Suica/ICOCA) yang juga bisa dipakai jajan di konbini.
Sepatu Nyaman & Pakaian Berlapis
Di Jepang Anda akan berjalan kaki 10.000+ langkah per hari. Bawa sepatu yang sudah biasa dipakai (jangan sepatu baru!). Musim semi/gugur suhunya berubah-ubah — pakaian berlapis (kaos + cardigan + jaket) lebih fleksibel daripada satu jaket tebal.
Obat Pribadi & Tas Lipat Ekstra
Bawa obat pribadi secukupnya dengan kemasan asli (beberapa obat Indonesia tidak dijual bebas di Jepang). Selipkan juga tas lipat kosong — dijamin terpakai untuk menampung oleh-oleh saat pulang.
Di Kereta: Mode Silent, Jangan Menelepon
Etika paling penting di Jepang: jangan berbicara di telepon dalam kereta, dan kecilkan volume suara saat mengobrol. Set HP ke mode silent (orang Jepang menyebutnya "manner mode"). Prioritaskan kursi khusus untuk lansia & ibu hamil.
Sampah Dibawa, Bukan Dibuang Sembarangan
Tempat sampah umum sangat jarang di Jepang, tapi jalanan tetap bersih — karena semua orang membawa sampahnya sampai menemukan tempat sampah (biasanya di konbini atau stasiun). Siapkan kantong kecil di tas untuk sampah sementara.
Tidak Perlu Memberi Tip
Jepang tidak mengenal budaya tip — memberi tip justru bisa membuat bingung atau dianggap tidak sopan. Pelayanan terbaik sudah termasuk harga. Cukup ucapkan "arigatou gozaimasu" dengan senyum.
Etika Onsen & Melepas Sepatu
Sebelum masuk kolam onsen wajib membilas badan sampai bersih, dan handuk tidak boleh masuk air. Beberapa onsen tidak menerima tamu bertato (tanyakan ke guide kami untuk onsen yang tattoo-friendly). Di ryokan, rumah makan tradisional, dan beberapa kuil: lepas sepatu di genkan (area pintu masuk).
Antre Rapi & Aturan Eskalator
Orang Jepang selalu antre rapi — di peron kereta, ikuti garis antrean di lantai. Di eskalator: Tokyo berdiri di kiri, Osaka di kanan (kebalikan!). Jangan berjalan menerobos antrean, dan jangan makan sambil berjalan di area perbelanjaan tradisional.